FUNGSI SASTRA

 

1.Fungsi sastra

Secara umum,sastra mempunyai dua fungsi utama sebagaimana dikemukakan oleh horatius,yaitu dulce et utile (dalam bahasa lain,sweet and useful).Dulce (sweet) berarti sangat menyenangkan atau kenikmatan,sedangkan utile (useful).Berarti isinya bersifat mendidik(mikics,2007:95).Sastra sebagai sesuatu yang dipelajari atau sebagai pengalaman kemanusiaan dapat berfungsi sebagai bahan renungan dan refleksi kehidupan karena sastra bersifat koekstensif dengan kehidupan,artinya sastra berdiri sejajar dengan hidup.Dalam kesusastraan dapat ditemukan berbgai gubahan yang mengungkapkan nilai-nilai kehidupan,nilai kemanusiaan,nikai sosial budaya,di antaranya yang terdapat dalam puisi,prosa,dan drama.

Menurut kokasih(2012),sastra mempunyai beberapa fungsi yang digolongkan dalam lima besar yakni sebagai berikut:

1. fungsi rekreatif,karya sastra selalu dapat memberikan rasa senang,gembira,serta menghibur bagi beberapa orang yang menikmati isi bacaannya

2.  fungsi didaktif,karya sastra tidak hanya melulu membahas fiksi yang menghibur,tetapi juga dapat mendidik pembacanya mengenai mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.

3.     Fungsi Estetis

Fungsi estetis ini berarti sebuah karya sastra yang dapat memberikan nilai-nilai keindahan.Nilai-nilai keindahan tersebut dapat dilihat dari kata-kata yang digunakan dalam tulisan karya sastra.

4.     Fungsi Moralitas

Sebuah karya sastra pasti mengandung nilai moral yang tinggi dan di peruntukan bagi pembacanya.Nilai-nilai moral tersebut dapat berupa keyakinan terhadap tuhan,adil,menghargai sesame,dan lain-lain.

5.     Fungsi Religiusitas

Karya sastra kerap kali memuat ajaran agama dan dapat dijadikan teladan bagi pembacanya.Bangsa Indonesia yang menganut Pancasila sebagai dasar negara,pada sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa,maka dari itu,pastilah setiap karya sastra aka nada muatan ajaran agama karna karya sastra adalah hasil budaya masyarakat yang beragama.

 

2.Kaidah dulce et utile suatu karya sastra.

Fungsi dulce et ultile,mempunyai fungsi ganda untuk menghibur sekaligus bermanfaat bagi manusia.Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan dan imajinasi,selain itu juga memiliki unsur didaktis sebagai sarana untuk menyampaikan pesan pengajaran tentang nilai-nilai kebaikan.

Ada tiga komponen yang berperan penting dalam mengkomunikasikan fungsi tersebut:

1.     pengarang sebagai pengirim pesan

2.     karya sastra itu sendiri sebagai isi pesan

3.     pembaca sebagai penerima pesan yang tersirat dalam karya sastra

Seiring dengan dinamika perkebangan zaman,fungsi karya sastra remaja Indonesia juga mengalami perubahan.Tulisan ini mengupas transformasi fungsi dulce at utile karya sastra remaja Indonesia.Tidak dapat dipungkiri bahwa bacaan remaja (salah satunya karya sastra remaja) telah membentuk selera remaja.Mereka lebih senang jadi model atau bintang sinetron yangterkenal sehingga lebih cepat dapat uang.Dan karya sastra remaja memfasilitasinya denga mengngkat tema seputr kehidupan remaja dan bahasa remaja.Sebagai akibatnya,karya sastra remaja lebih cendrung menekankan pada aspek hiburan (dulce) dan lemah pada sisi manfaat (utile).

Karya sastra tersebut dianalisa dengan cara melihat kecendrungan ideologi pengarang,tema sentral karya sastra dan relefasinya dengan semangat zaman,serta bagaimana penerumaan masyarakat pembaca terhadap karya tersebut.Hasil tulisan ini diharapkan daat berkuntribusi dalam menekankan pentingnya bagi kita untuk terus mempertahankan fungsi menghibur dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam karya sastra.

 

 

 

3.Kegiatan Bersastra Sebagai Penanaman Karakter

   Moral pada sastra pada umumnya berisi tentang pandangan hidup dan nilai-nilai kebenaran.Model kehidupan yang di idealkan oleh pengarangnya melalui penerapan moral dalam sikap dan tingkah laku para tokohnya.Sastra dalam hal ini berfungsi sebagai media penerapan karakter luhur budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.Dalam sastra dapat di temukan gambaran perilaku dan karakter masyarakat,bahkan dapat dikenali budaya masyarakat pendukungnya.Melalui kegiatan bersastra berupa pembacaan karya sastra,seseorang dapat mengambil manfaat dari hasil pembacaan,dengan cara mencatat nilai-nilai moral yang di tawarkan.Nilai-nilai moral yang baik dapat di adopsi dalam kehidupan bermasyarakat dan nilai-nilai yang buruk bagi perkembangan moral dapat ditinggalkan.

   Berkenaan dengan sastra dalam pengertian di atas,muncul beberapa genre sastra yang bersifat menghibur sekaligus memberikan nilai-nilai moral kepada pembacanya.Hal tersebut sesungguhnya berkaitan dengan fungsi sastra yang di kemukakan Horace,yaitu dulce et utile,dalam arti menghibur dan mendidik.Kedua fungsi tersebut tidak bisa di pisahkan satu sama lain.Dalam menanamkan Pendidikan karakter melalui pembacaan sastra sejak usia dini diperlukan pilijan bacaan sastra yang sesuai dengan kehidupan anak yang khas sekaligus kompleks.itu lah sebabnya pilihan bacaan sastra untuk anak bukan saja bersifat menghibur dan menyenangkan tetapi tetap bersifat mendidik seperti yang sudah di kemukakan di atas.

 

4.Penjabaran Karya Bersifat Menghibur dan Bermanfaat di Kaitan dengan     Kondisi Kontemporer

    Sastra kontemporer adalah karya sastra yang bersifat eksperimental atau memiliki sifat-sifat yang "menyimpang" dari konvensi sastra yang berlaku biasa atau umum. Di kaitkan dengan kondisi kontemporer segi manfaat sastra tidak terletak pada ajaran-ajaran moralnya,sastra kontemporer muncul sebagai reaksi terhadap sastra konvensional yang sudah beku dan tidak kreatif lagi.

Sebuah karya sastra dapat dikatakan bernilai sastra tinggi jika karya itu mampu memberikan hiburan kepada pembaca,serta mampu memberikan pengajaran positif bagi pembacanya.Sastra kontemporer merambah pada seluruh jenis karya sastra,seperti novel,puisi dan drama.

Munculnya merupakan reaksi terhadap sastra konvesional yang di anggap telah mendominasi eksistensi karya sastra,sastra kontemporer juga bisa dikatakan sastra mutakhir karena pada masa itu sastra ini di anggap sebagai ujung dari penciptaan karya sastra pada masanya.

Komentar

Postingan Populer