ALIRAN ALIRAN SASTRA

 

A. Sastra Klasik

Sastra Klasik atau yang leih dikenal dengan sastra tradisional merupakan 

sebuah karya sastra yang diciptakan sebelum masuknya unsur terbaru sastra. Sastra 

Klasik merupakan sastra yang berkembang sebelum tahun 1920-an (sebelum lahirnya 

Angkatan Balai Pustaka). Aliran sastra klasik banyak ditemukan di kawasan eropa 

dan berbahasa latin. 

Contoh Karya Sastra Aliran Klasik dan Sastrawan Aliran Klasik. - “TROY” dari puisi 

iliad karya homerus. 

B. Aliran Romantik

Romantisme merupakan suatu aliran karya sastra yang lebih mengutamakan 

perasaan. Perasaan yang mendominasi adalah perasaan yang indah dan mengetarkan 

jiwa dalam menjalani sebuah percintaan namun adapula gambaran perasaan yang 

tersakiti karena kesalahan masa lalu atau takdir kehidupan. Biasanya aliran Romantik 

berbentuk Lukisan yang mengandung cerita yang dahsyat dan emosional, Penuh gerak 

dan dinamis, Warna bersifat kontras dan meriah, Pengaturan komposisi dinamis, 

Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan, Kedahsyatan melebihi kenyataan.

C. Aliran Realisme

Gagasan realisme adalah sebuah doktrin sastra yang menegaskan bahwa tugas 

pengarang adalah menggambarkan realitas secara jujur dan historis (Eagleton, 1976). 

Prinsip realisme menghubungkan sastra dengan kebenaran historis. Apa yang 

diungkapkan para pengarang realis adalah hal-hal yang nyata, yang pernah terjadi, 

bukan imajinatif belaka.

Novel “Fatimah” karya Titie Said, “Rindu Ibu adalah Rinduku” karya 

Motinggo Boesye, “Bilik-bilik Muhammad” karya A.R.Baswedan, skenario “Arie

Anggara” karya Arswendo Atmowiloto, novel biografis “Pangeran dari Seberang” 

karya N.H.Dini tentang Amir Hamzah, novel “Dari Hari ke Hari“ Mahbub Junaidi, 

“ Guruku Orang Pesantren” Syaifuddin Zuhri merupakan sekadar contoh sastra realis 

ini. Ia berusaha berjujur terhadap kenyataan, tetapi hal-hal yang peka, diungkapkan 

dengan cukup etis dan sublim.

D. Aliran modernisme

Sastra Modern adalah karya sastra yang dibentuk oleh unsur intrinsik dan 

Menggunakan bahasa/kata yang terpilih, diksi yang tepat. Mempunyai bahasa tuturan 

dan dialog(dalam prosa dan drama) yang Bertujuan untuk dibaca/didengar orang lain 

agar mereka mendapat hiburan dan/atau nasihat.Modernisme merupakan aliran 

sastra dan budaya pada awal abad XX yang berkisar antara tahun 1910 sampai akhir 

Perang Dunia II. Aliran ini menolak bentuk dan teknik penyampian aliran sastra 

periode sebelumnya, dan mempertanyakan kembali nilai-nilai sosial ekonomi 

masyarakat borjuis. Aliran ini merupakan respons terhadap realisme dan naturalisme. 

Salah satu yang menarik dari karya karya sastra era modernisme adalah persoalan 

bahasa. Dalam sebuah novel era modernisme kesohor, Vein of Iron(1936), si penulis 

Ellen Glasgow menggunakan kalimat panjang dan kompleks. Dia memakai bahasa 

paralisme. Penggunaan bangunan struktur parallel akan menghasilkan bentuk bentuk 

pengungkapan yang retoris dan sekaligus melodis. 

E. Aliran postmodernisme

satra postmo adalah sastra yang lesu dari gagasan universal, tanpa semangat 

untuk mengubah sesuatu, deskriptif dan repetitif. Ada banyak karya sastra, misalnya 

puisi menjadi sulit dibedakan dengan catatan harian penulisnya atau tampak seperti 

penulis sedang bercurhat dalam puisinya. Prinsip postmodernisme adalah meleburnya 

batas wilayah dan pembedaan antar budaya tinggi dengan budaya rendah, antara 

penampilan dan kenyataan, antara simbol dan realitas, antara universal dan peripheral 

dan segala oposisi biner lainnya yang selama ini dijunjung tinggi oleh teori sosial dan 

filsafat konvensional.Ciri khas dari postmodern yang tidak kalah menonjol adalah 

menolak segala kemapanan yang ada. Postmodern menolak segala bentuk 

kelanggengan yang menyebar di masyarakat. Entah itu kelanggengan pengetahuan, 

kelanggengan budaya, bahkan kelanggengan kekuasaan.

2.2 Karakteristik Aliran sastra Dunia

Karya sastra yang bagus tidak hanya menampilkan dan memancarkan pesona estetik 

(keindahan), tapi juga harus mampu memberikan pencerahan batin dan intelektual kepada 

pembacanya atau mampu menciptakan opini publik. Setiap aliran sastra tentunya memiliki 

karakteristik yang berbeda beda. Berikut karakteristik dari setiap alira aliran sastra dunia. 

1) Aliran Klasik 

Bentuk dari aliran sastra klasik pada masa itu berbentuk puisi mitologis dan 

kepahlawanan. Hal ini bisa juga dilandasi oleh kepentingan politik yaitu untuk 

mendekatkan raja dengan para bangsawan. Hal ini juga didukung dengan kenyataan 

bahwa sastra pada masa itu sering diperdengarkan terutama di kalangan istana raja 

dan para bangsawan. 

Ciri ciri aliran sastra klasik : 

1. Sastra Klasik berkembang secara statis dan mempunyai rumus baku.

2. Biasanya tidak sesuai dengan logika umum, 

3. kisah yang dibahas dalam Sastra Klasik berupa kehidupan istana, raja-raja, dewadewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia lainnya.

4. Cara penyampaian Sastra Klasik hanya disampaikan secara lisan atau dari mulit ke 

mulut.

2) Aliran Romentik 

Romantisme adalah aliran sastra yang mengutamakan perasaan. Sastra 

romantisme ditandai dengan ciri-ciri : keinginan untuk kembali ke tengah alam, 

kembali kepada sifat-sifat yang asli, alam yang belum tersentuh dan terjamah tangantangan manusia. Istilah ini juga mencakup ciri-ciri adanya : keterpencilan, kesedihan, 

kemurungan, dan kegelisahan yang hebat. Kecuali itu romantik juga cenderung untuk 

kembali kepada zaman yang sudah menjadi sejarah, masa lampau yang terkadang 

melahirkan manusia-manusia besar.

Pengungkapan yang romantis sering dikaitkan dengan percintaan yang asyik 

dunia muda-mudi yang masih hijau dan belum banyak pengalaman. Tokoh-tokoh 

dalam fiksi romantik sering digambarkan dengan sangat dikuasai oleh perasaannya 

dalam merumuskan segala persoalan. Dikisahkan juga tokoh-tokoh yang tak tahan 

menghadapi hidup yang keras dan kejam. Mereka itu kemudian ada yang lari ke 

gunung atau tempat terpencil lainnya yang dirasakannya jauh dari kekerasan hidup.

3) Aliran Realisme 

Aliran ini mengutamakan realitas kehidupan. Biografi, otobiografi, album 

kisah nyata, roman sejarah, bisa kita masukkan ke sini. Sastra realis juga berbeda 

dengan berita surat kabar atau laporan kejadian, karena ia tidak semata-mata realistik. 

Sebagai karya sastra, ia pun dihidupkan oleh pijar imajinasi dan plastis bahasa yang 

memikat. 

Ciri-ciri aliran realisme adalah:

1. Mengangkat peristiwa keseharian yang dialami kebanyakan orang.

2. Menggambarkan masyarakat dengan situasi yang nyata dan khas lingkungannya.

3. Karya realis menggambarkan manusia dari semua kelas.

4) Aliran Modernisme 

Ciri-ciri aliran sastra modernisme antara lain:

a) Menekankan penghayatan subjektif, bukan dunia luar objektif.

b) Menekankan pengalaman tokoh individu, bukan kelompok sosial.

c) Menampilkan perasaan dan pikiran yang halus bukan kejadian-kejadian dunia.

d) Di dalamnya terumus baik kemustahilan pengenalan yang disebabkan oleh 

subjektivitas persepsi, maupun minat terhadap perasaan yang juga subjektif.

e) Bersifat subjektif sukar diikuti oleh orang luar.

f) Kemustahilan komunikasi yangmalangmelintang dengan kebutuhan serta 

keperluan dan komunikasi merupakan salah satu motif modernistik yang khas.

Ciri teks modernistik antara lain adalah dalam teks modernistik dapat kita anggap 

sebagai pembelaan bagi keanekaan dalam masyarakat dan toleransi terhadap 

perbedaan antar manusia. Toleransi itu adalah akibat langsung dari pandangan bahwa 

subjektivitas merupakan satu-satunya asas yang mengatur kehidupan. Dalam

modernisme prasangka dan klise tidak diberi hak keberadaan, dan kemunafikan moral 

yang berlaku digugat.

5) Aliran Postmodernisme 

Karakteristik Aliran Postmodernisme

A. Mengedepankan prinsip pemikiran parologi atau pluralisme

B. Memiliki istilah-istilah kunci posmodernisme yaitu :

1) pluralisme adalah suatu kerangka interaksi yg mana setiap kelompok 

menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa 

konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan).

2) Fragmentisme adalah cerita yang tidak beraturan alur ceritanya.

3) Heterogenitas adalah terbentuk dari bagian-bagian yang berbeda, atau terdiri 

dari yang tidak sama baik bahan maupun jumlah yang berbeda.

4) Interminasi adalah tidak adanya kesinambungan dalam cerita.

5) Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti,

6) Dekonstruksi adalah suatu pemikiran untuk memahami kontradiksi yang ada 

di dalam teks dan mencoba untuk membangun kembali makna-makna yang 

sudah melekat dalam teks tersebut.

7) Ambiguitas adalahketaksaan adalah satuan gramatikal dalam bentuk frasa atau 

kalimat yang bermakna ganda atau mendua arti yang terjadi sebagai akibat 

dari penafsiran struktur gramatikal yang berbeda 

C. Di dalam bidang seni, postmodernisme memiliki ciri abstrak

D. Di dalam seni teater, postmodernisme menyukai tragedi

E. Tulisan fiksi posmodernisme menggunakan teknik percampuradukan. Beberapa 

penulis mengambil elemen-elemen tradisional dan mencampurkannya secara 

berantakan untuk menyampaikan suatu ironi mengenai topik-topik yang bisa dibahas. 

Kaum posmodernisme ingin mengetahui bagaimana kenyataan-kenyataan yang amat 

berbeda, dapat berjalan bersama dan saling bercampur.

F. Di dalam dunia seni sastra, postmodernisme dapat terlihat dalam bentuk estetika yang 

keluar dari pola yang biasanya ada.

2.3 Sastrawan Aliran Sastra Dunia 

Tiap sastrawan memiliki gaya penulisannya yang sesuai dengan kepribadian maupun 

pemikiran mereke. Berikut nama nama sastrawan pada setiap aliran aliran sastra yaitu : 

A. Sastrawan Aliran Klasik 

- Sastrawan dunia aliran klasik 

1) Daniel Defoe

2) Jonathan Swift

3) Herman Melville 

4) Mark Twain

5) Robert Louis Stevenson

- Sastrawan Indonesia aliran klasik 

1) Pramoedya Ananta Toer

2) Budi Darma

3) Ahmad Tohari

4) Iksaka Banu 

5) Buya Hamka

6) Sindhunata 

7) Y.B. Mangunwijaya 

B. Sastrawan Aliran Romantik

- Sastrawan dunia aliran romantik

1) Sir Walter Scott 

2) Victor Hugo

3) Alexander Dumas 

- Sastrawan Indonesia aliran romantik 

1) Amir Hamzah

2) Sutan Takdir Alisjahbana

3) J.E. Tatengkeng

C. Sastrawan Aliran Realisme 

-Sastrawan dunia aliran realisme

1) Fyodor Dostoyvsky (Rusia)

2) Leo Tolstoy (Rusia)

3) Henrik Ibsen (Norwegia)

4) Dickens (Inggris)

5) Gustave Flaubert (Prancis)

6) George Eliot (Inggris)

7) Yusuf Siba’I (Arab0

-Sastrawan Indonesia aliran realisme

1) Titie Said

2) Motinggo Boesye 

3) N.H.Dini

4) Mahbub Junaidi 

5) A.R.Baswedan

D. Sastrawan Aliran Modernisme 

-Sastrawan dunia aliran modernism

1) Marcel Proust 

2) Andre Gide 

3) Thomas Mann 

4) Robert Musil

-Sastrawan Indonesia aliran modernisme

1) Sutan Takdir Alisjahbana

2) Chairil Anwar 

3) Merari Siregar

4) Ajip Rosidi

5) WS Rendra

6) Trisno Sumardjo

E. Sastrawan Aliran Postmodernisme 

- Sastrawan dunia Aliran Postmodernisme

1) Gabriel Garcia Marques 

2) Kurt Vonnegut

3) Italo Calvino

4) Antonin Artaud

5) Jacoba Van Velde 

6) Salman Rushdie 

7) Willem Brakman

- Sastrawan Indonesia Aliran Postmodernisme

1) Sutardji Calzoum Bachri

2) Danarto 

3) Ibrahim Sattah 

4) Iwan Simatupah 

5) Ugoran Prasad

6) Yudhistira ANM Massrdi 

7) Remi Sylado 

2.4 Karya Sastra pada Aliran-aliran Sastra 

A. Karya Sastra Aliran Klasik 

1. “TROY” dari puisi iliad karya homerus

2. Odyssey dan Ilias karya homerus bercerita tentang perjalanan pulang odisseus salah 

seorang pemimpin akhaia.

3. Kumpulan sepuluh puisi Eclogues dan puisi pertanian Georgion karya Publius 

vergilius maro (romawi)

4. Cervantes dalam karyanya Don Quijote

5. Vitruvius dan Euclide, Aristoteles dan Plato dalam karyanya Poetica

6. Erasmus dalam bukunya Pujian terhadap kegilaan ( 1509 )

7. Horatius dengan karyanya Art Poetica ( seni persajakan )

8. Henry Fieldding dalam karya sindirannya

9. Sappho dan Catullus karyanya puisi lirik sajak cinta

B. Karya Sastra Aliran Romantik

1. “Arab Attacked By Lion By Raden Saleh, Year: 1811 – 1880

2. Penangkapan Pangeran Diponegoro Karya Raden Saleh (1857).

3. SITI NURBAYA karya MARAH RUSLI.

4. PERTEMUAN JODOH karya ABDUL MUIS.

C. Karya Sastra Aliran Realisme

1. Novel PADA SEBUAH KAPAL karya N. H. DINI.

2. KOTA HARMONI karya IDRUS.

3. Puisi berjudul “Pertemuan” karya Chairil Anwar

Kalau kau mau kuterima kau kembali

Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi

Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tantang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kau kembali

Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

D. Contoh Karya Sastra Aliran Modernisme

1.novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana

2. Azab dan Sengsara karangan Merari Siregar

3. novel Belenggu karangan Armijn Pane

E. Contoh Karya Sastra Aliran Postmodernism3 

1. Gabriel Garcia Marques (Novel: Kesepian Seratus Tahun)

2. Italo Calvino (Novel: Puri Jalan yang Berpotongan)

3. puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum

4. Novel Ziarah karya Iwan Situmpang B. Aliran Romantik Romantisme merupakan suatu aliran karya sastra yang lebih mengutamakan perasaan. Perasaan yang mendominasi adalah perasaan yang indah dan mengetarkan jiwa dalam menjalani sebuah percintaan namun adapula gambaran perasaan yang tersakiti karena kesalahan masa lalu atau takdir kehidupan. Biasanya aliran Romantik berbentuk Lukisan yang mengandung cerita yang dahsyat dan emosional, Penuh gerak dan dinamis, Warna bersifat kontras dan meriah, Pengaturan komposisi dinamis, Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan, Kedahsyatan melebihi kenyataan. C. Aliran Realisme Gagasan realisme adalah sebuah doktrin sastra yang menegaskan bahwa tugas pengarang adalah menggambarkan realitas secara jujur dan historis (Eagleton, 1976). Prinsip realisme menghubungkan sastra dengan kebenaran historis. Apa yang diungkapkan para pengarang realis adalah hal-hal yang nyata, yang pernah terjadi, bukan imajinatif belaka. Novel “Fatimah” karya Titie Said, “Rindu Ibu adalah Rinduku” karya Motinggo Boesye, “Bilik-bilik Muhammad” karya A.R.Baswedan, skenario “Arie Anggara” karya Arswendo Atmowiloto, novel biografis “Pangeran dari Seberang” karya N.H.Dini tentang Amir Hamzah, novel “Dari Hari ke Hari“ Mahbub Junaidi, “ Guruku Orang Pesantren” Syaifuddin Zuhri merupakan sekadar contoh sastra realis ini. Ia berusaha berjujur terhadap kenyataan, tetapi hal-hal yang peka, diungkapkan dengan cukup etis dan sublim. D. Aliran modernisme Sastra Modern adalah karya sastra yang dibentuk oleh unsur intrinsik dan Menggunakan bahasa/kata yang terpilih, diksi yang tepat. Mempunyai bahasa tuturan dan dialog(dalam prosa dan drama) yang Bertujuan untuk dibaca/didengar orang lain agar mereka mendapat hiburan dan/atau nasihat.Modernisme merupakan aliran sastra dan budaya pada awal abad XX yang berkisar antara tahun 1910 sampai akhir Perang Dunia II. Aliran ini menolak bentuk dan teknik penyampian aliran sastra periode sebelumnya, dan mempertanyakan kembali nilai-nilai sosial ekonomi masyarakat borjuis. Aliran ini merupakan respons terhadap realisme dan naturalisme. Salah satu yang menarik dari karya karya sastra era modernisme adalah persoalan bahasa. Dalam sebuah novel era modernisme kesohor, Vein of Iron(1936), si penulis Ellen Glasgow menggunakan kalimat panjang dan kompleks. Dia memakai bahasa paralisme. Penggunaan bangunan struktur parallel akan menghasilkan bentuk bentuk pengungkapan yang retoris dan sekaligus melodis. E. Aliran postmodernisme satra postmo adalah sastra yang lesu dari gagasan universal, tanpa semangat untuk mengubah sesuatu, deskriptif dan repetitif. Ada banyak karya sastra, misalnya puisi menjadi sulit dibedakan dengan catatan harian penulisnya atau tampak seperti penulis sedang bercurhat dalam puisinya. Prinsip postmodernisme adalah meleburnya batas wilayah dan pembedaan antar budaya tinggi dengan budaya rendah, antara penampilan dan kenyataan, antara simbol dan realitas, antara universal dan peripheral dan segala oposisi biner lainnya yang selama ini dijunjung tinggi oleh teori sosial dan filsafat konvensional.Ciri khas dari postmodern yang tidak kalah menonjol adalah menolak segala kemapanan yang ada. Postmodern menolak segala bentuk kelanggengan yang menyebar di masyarakat. Entah itu kelanggengan pengetahuan, kelanggengan budaya, bahkan kelanggengan kekuasaan. 2.2 Karakteristik Aliran sastra Dunia Karya sastra yang bagus tidak hanya menampilkan dan memancarkan pesona estetik (keindahan), tapi juga harus mampu memberikan pencerahan batin dan intelektual kepada pembacanya atau mampu menciptakan opini publik. Setiap aliran sastra tentunya memiliki karakteristik yang berbeda beda. Berikut karakteristik dari setiap alira aliran sastra dunia. 1) Aliran Klasik Bentuk dari aliran sastra klasik pada masa itu berbentuk puisi mitologis dan kepahlawanan. Hal ini bisa juga dilandasi oleh kepentingan politik yaitu untuk mendekatkan raja dengan para bangsawan. Hal ini juga didukung dengan kenyataan bahwa sastra pada masa itu sering diperdengarkan terutama di kalangan istana raja dan para bangsawan. Ciri ciri aliran sastra klasik : 1. Sastra Klasik berkembang secara statis dan mempunyai rumus baku. 2. Biasanya tidak sesuai dengan logika umum, 3. kisah yang dibahas dalam Sastra Klasik berupa kehidupan istana, raja-raja, dewadewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia lainnya. 4. Cara penyampaian Sastra Klasik hanya disampaikan secara lisan atau dari mulit ke mulut. 2) Aliran Romentik Romantisme adalah aliran sastra yang mengutamakan perasaan. Sastra romantisme ditandai dengan ciri-ciri : keinginan untuk kembali ke tengah alam, kembali kepada sifat-sifat yang asli, alam yang belum tersentuh dan terjamah tangantangan manusia. Istilah ini juga mencakup ciri-ciri adanya : keterpencilan, kesedihan, kemurungan, dan kegelisahan yang hebat. Kecuali itu romantik juga cenderung untuk kembali kepada zaman yang sudah menjadi sejarah, masa lampau yang terkadang melahirkan manusia-manusia besar. Pengungkapan yang romantis sering dikaitkan dengan percintaan yang asyik dunia muda-mudi yang masih hijau dan belum banyak pengalaman. Tokoh-tokoh dalam fiksi romantik sering digambarkan dengan sangat dikuasai oleh perasaannya dalam merumuskan segala persoalan. Dikisahkan juga tokoh-tokoh yang tak tahan menghadapi hidup yang keras dan kejam. Mereka itu kemudian ada yang lari ke gunung atau tempat terpencil lainnya yang dirasakannya jauh dari kekerasan hidup. 3) Aliran Realisme Aliran ini mengutamakan realitas kehidupan. Biografi, otobiografi, album kisah nyata, roman sejarah, bisa kita masukkan ke sini. Sastra realis juga berbeda dengan berita surat kabar atau laporan kejadian, karena ia tidak semata-mata realistik. Sebagai karya sastra, ia pun dihidupkan oleh pijar imajinasi dan plastis bahasa yang memikat. Ciri-ciri aliran realisme adalah: 1. Mengangkat peristiwa keseharian yang dialami kebanyakan orang. 2. Menggambarkan masyarakat dengan situasi yang nyata dan khas lingkungannya. 3. Karya realis menggambarkan manusia dari semua kelas. 4) Aliran Modernisme Ciri-ciri aliran sastra modernisme antara lain: a) Menekankan penghayatan subjektif, bukan dunia luar objektif. b) Menekankan pengalaman tokoh individu, bukan kelompok sosial. c) Menampilkan perasaan dan pikiran yang halus bukan kejadian-kejadian dunia. d) Di dalamnya terumus baik kemustahilan pengenalan yang disebabkan oleh subjektivitas persepsi, maupun minat terhadap perasaan yang juga subjektif. e) Bersifat subjektif sukar diikuti oleh orang luar. f) Kemustahilan komunikasi yangmalangmelintang dengan kebutuhan serta keperluan dan komunikasi merupakan salah satu motif modernistik yang khas. Ciri teks modernistik antara lain adalah dalam teks modernistik dapat kita anggap sebagai pembelaan bagi keanekaan dalam masyarakat dan toleransi terhadap perbedaan antar manusia. Toleransi itu adalah akibat langsung dari pandangan bahwa subjektivitas merupakan satu-satunya asas yang mengatur kehidupan. Dalam modernisme prasangka dan klise tidak diberi hak keberadaan, dan kemunafikan moral yang berlaku digugat. 5) Aliran Postmodernisme Karakteristik Aliran Postmodernisme A. Mengedepankan prinsip pemikiran parologi atau pluralisme B. Memiliki istilah-istilah kunci posmodernisme yaitu : 1) pluralisme adalah suatu kerangka interaksi yg mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan). 2) Fragmentisme adalah cerita yang tidak beraturan alur ceritanya. 3) Heterogenitas adalah terbentuk dari bagian-bagian yang berbeda, atau terdiri dari yang tidak sama baik bahan maupun jumlah yang berbeda. 4) Interminasi adalah tidak adanya kesinambungan dalam cerita. 5) Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti, 6) Dekonstruksi adalah suatu pemikiran untuk memahami kontradiksi yang ada di dalam teks dan mencoba untuk membangun kembali makna-makna yang sudah melekat dalam teks tersebut. 7) Ambiguitas adalahketaksaan adalah satuan gramatikal dalam bentuk frasa atau kalimat yang bermakna ganda atau mendua arti yang terjadi sebagai akibat dari penafsiran struktur gramatikal yang berbeda C. Di dalam bidang seni, postmodernisme memiliki ciri abstrak D. Di dalam seni teater, postmodernisme menyukai tragedi E. Tulisan fiksi posmodernisme menggunakan teknik percampuradukan. Beberapa penulis mengambil elemen-elemen tradisional dan mencampurkannya secara berantakan untuk menyampaikan suatu ironi mengenai topik-topik yang bisa dibahas. Kaum posmodernisme ingin mengetahui bagaimana kenyataan-kenyataan yang amat berbeda, dapat berjalan bersama dan saling bercampur. F. Di dalam dunia seni sastra, postmodernisme dapat terlihat dalam bentuk estetika yang keluar dari pola yang biasanya ada. 2.3 Sastrawan Aliran Sastra Dunia Tiap sastrawan memiliki gaya penulisannya yang sesuai dengan kepribadian maupun pemikiran mereke. Berikut nama nama sastrawan pada setiap aliran aliran sastra yaitu : A. Sastrawan Aliran Klasik - Sastrawan dunia aliran klasik 1) Daniel Defoe 2) Jonathan Swift 3) Herman Melville 4) Mark Twain 5) Robert Louis Stevenson - Sastrawan Indonesia aliran klasik 1) Pramoedya Ananta Toer 2) Budi Darma 3) Ahmad Tohari 4) Iksaka Banu 5) Buya Hamka 6) Sindhunata 7) Y.B. Mangunwijaya B. Sastrawan Aliran Romantik - Sastrawan dunia aliran romantik 1) Sir Walter Scott 2) Victor Hugo 3) Alexander Dumas - Sastrawan Indonesia aliran romantik 1) Amir Hamzah 2) Sutan Takdir Alisjahbana 3) J.E. Tatengkeng C. Sastrawan Aliran Realisme -Sastrawan dunia aliran realisme 1) Fyodor Dostoyvsky (Rusia) 2) Leo Tolstoy (Rusia) 3) Henrik Ibsen (Norwegia) 4) Dickens (Inggris) 5) Gustave Flaubert (Prancis) 6) George Eliot (Inggris) 7) Yusuf Siba’I (Arab0 -Sastrawan Indonesia aliran realisme 1) Titie Said 2) Motinggo Boesye 3) N.H.Dini 4) Mahbub Junaidi 5) A.R.Baswedan D. Sastrawan Aliran Modernisme -Sastrawan dunia aliran modernism 1) Marcel Proust 2) Andre Gide 3) Thomas Mann 4) Robert Musil -Sastrawan Indonesia aliran modernisme 1) Sutan Takdir Alisjahbana 2) Chairil Anwar 3) Merari Siregar 4) Ajip Rosidi 5) WS Rendra 6) Trisno Sumardjo E. Sastrawan Aliran Postmodernisme - Sastrawan dunia Aliran Postmodernisme 1) Gabriel Garcia Marques 2) Kurt Vonnegut 3) Italo Calvino 4) Antonin Artaud 5) Jacoba Van Velde 6) Salman Rushdie 7) Willem Brakman - Sastrawan Indonesia Aliran Postmodernisme 1) Sutardji Calzoum Bachri 2) Danarto 3) Ibrahim Sattah 4) Iwan Simatupah 5) Ugoran Prasad 6) Yudhistira ANM Massrdi 7) Remi Sylado 2.4 Karya Sastra pada Aliran-aliran Sastra A. Karya Sastra Aliran Klasik 1. “TROY” dari puisi iliad karya homerus 2. Odyssey dan Ilias karya homerus bercerita tentang perjalanan pulang odisseus salah seorang pemimpin akhaia. 3. Kumpulan sepuluh puisi Eclogues dan puisi pertanian Georgion karya Publius vergilius maro (romawi) 4. Cervantes dalam karyanya Don Quijote 5. Vitruvius dan Euclide, Aristoteles dan Plato dalam karyanya Poetica 6. Erasmus dalam bukunya Pujian terhadap kegilaan ( 1509 ) 7. Horatius dengan karyanya Art Poetica ( seni persajakan ) 8. Henry Fieldding dalam karya sindirannya 9. Sappho dan Catullus karyanya puisi lirik sajak cinta B. Karya Sastra Aliran Romantik 1. “Arab Attacked By Lion By Raden Saleh, Year: 1811 – 1880 2. Penangkapan Pangeran Diponegoro Karya Raden Saleh (1857). 3. SITI NURBAYA karya MARAH RUSLI. 4. PERTEMUAN JODOH karya ABDUL MUIS. C. Karya Sastra Aliran Realisme 1. Novel PADA SEBUAH KAPAL karya N. H. DINI. 2. KOTA HARMONI karya IDRUS. 3. Puisi berjudul “Pertemuan” karya Chairil Anwar Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tantang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kau kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi D. Contoh Karya Sastra Aliran Modernisme 1.novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana 2. Azab dan Sengsara karangan Merari Siregar 3. novel Belenggu karangan Armijn Pane E. Contoh Karya Sastra Aliran Postmodernism3 1. Gabriel Garcia Marques (Novel: Kesepian Seratus Tahun) 2. Italo Calvino (Novel: Puri Jalan yang Berpotongan) 3. puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum 4. Novel Ziarah karya Iwan Situmpang

Komentar

Postingan Populer