DRAMA

 A. Sejarah Drama

 Drama sudah menjadi tontonan sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita dulu sudah pernah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Terdapat sebuah bukti tertulis yang bisa di pertanggungjawabkan yang mengungkapkan bahwa drama sudah ada pada abad kelima SM. Hal ini berdasarkan pada temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi ceritanya berupa persembahan kepada dewadewa. Kebanyakan dari kita mengira bahwa drama berasal dari Yunani Kuno. Namun demikian, sebuah buku yang berjudul A History of the theatre menunjukan pada kita bahwa pemujaan pada Dionisus, yang kelak diubah kedalam festival drama di Yunani, berasal dari Mesir Kuno. Tek Piramid yang bertanggal 4000SM. Adalah naskah Abydos Passion Play yang terkenal. Tentu saja para pakar masih meragukan apakah teks itu drama atau bukan sebelum Gaston Maspero menunjukan bahwa dalam teks tersebut ada petunjuk action dan indikasi berbagai tokohnya. 

B. Pengertian Drama Menurut Para Ahli 

Agar lebih memahami apa itu drama, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini: 1. Balthazar Vallhagen Menurut Balthazar Vallhagen, pengertian drama adalah suatu seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam bentuk gerakan.

 2. Anne Civardi Menurut Anne Civardi, drama adalah suatu kisah yang diceritakan melalui gerakan dan katakata. 

3. Ferdinand Brunetierre Menurut Ferdinand Brunetierre, pengertian drama adalah suatu karya sastra yang disampaikan dengan aksi atau gerakan dan melahirkan keinginan bagi yang melihatnya. 

4. Budianta dkk Menurut Budianta dkk, pengertian drama adalah jenis karya sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog antar tokoh. 

5. Seni Handayani Menurut Seni Handayani, drama adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan. 

6. Wildan Menurut Wildan, drama merupakan komposisi yang dilahirkan dari beberapa cabang seni, sehingga drama dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu drama bentuk teks tertulis dan drama dalam bentuk dipentaskan. 

 7. Tim Matrix Media Literita Menurut Tim Matrix Media Literita, drama yaitu sebuah bentuk cerita yang menggambarkan kisah kehidupan manusia melalui perilaku tokoh yang dipentaskan. 

8. Moultoun Menurut Moultoun, drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam sebuah pertunjukan gerak.  

C. Pengertian Drama

 Pengertian Drama Secara umum Drama adalah genre karya sastra berupa karangan yang menggambarkan atau mengilustrasikan realita kehidupan, watak, dan tingkah laku manusia dimana kisah di dalamnya disampaikan melalui peran dan dialog.Secara umum, drama adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan memiliki maksud untuk menampilkan sebuah pertunjukkan yang diperankan oleh aktor. Pendapat lain mengatakan pengertian drama adalah jenis karya sastra yang menggambarkan suatu kisah, watak, dan tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang ditampilkan di atas panggung dalam beberapa babak. Secara etimologis, kata “drama” diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu “draomai” yang artinya bertindak, berbuat. Kisah dan cerita dalam drama mengandung konflik dan emosi yang bertujuan untuk mempengaruhi orang yang melihat atau mendengar drama tersebut. Naskah drama diperankan oleh aktor yang memiliki kemampuan untuk menyajikan konflik dan emosi secara utuh. 

D. Unsur – unsur Drama 

Unsur-unsur dalam drama meliputi : 

1) Tema :

Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah drama. Tema dalam drama dikembangkan melalui alur, tokoh-tokoh dan perwatakan yang memungkinkan adanya konflik, dan ditulis dalam bentuk dialog. 

2) Alur: 

Alur atau plot adalah jalan cerita yang dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan), adanya masalah (konflik), konflikasi (masalah baru), krisis (pertentangan mencapai titik puncak-klimak sampai dengan antiklimaks), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup dengan ending (keputusan). Ada pula yang menggambarkan alur dalam sebuah naskah drama itu pemaparan-masalah-pemecahan masalah atau resolusi-keputusan. 

3) Tokoh: 

Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita. Pelaku cerita atau pemain drama disebut actor (pria) dan aktris (wanita). Tokoh dalam cerita drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaan. · Tokoh dilihat dari watak : protagonis, antagonis, dan tritagonis · Tokoh dilihat dari kedudukan dalam cerita : tokoh utama(sentral) dan tokoh bawahan (sampingan). 

4) Latar/Setting: 

bagian dari cerita yang menjelaskan waktu dan tempat kejadian ketika tokoh mengalami peristiwa Latar terbagi dalam : latar sosial: latar yang berupa, waktu, suasana, masa, bahasa. latar fisik : latar yang berupa benda-benda di sekitar tokoh misal, rumah, ruang tamu, dapur, sawah, hutan, pakaian/ baju. 

5) Amanat : 

pesan atau sisipan nasihat yang disampaikan pengarang melalui tokoh dan konflik dalam suatu cerita. 

E. Struktur Drama

 Adapun struktur drama .  Yaitu :

 1) Eksposisi : yaitu pemaparan masalah utama atau konflik utama yang berkaitan dengan posisi diametral antara protagonis dan antagonis. Hasil akhirnya antagonis berhasil menghimpun kekuatan yang lebih dominan. 

2) Raising Action : yaitu menggambarkan pertentangan kepentingan antar tokoh. Hasil akhirnya protagonis tidak berhasil melemahkan Antagonis. Antagonis mengancam kedudukan Protagonis. Awal terjadi masalah 

3) Complication : yaitu perumitan pertentangan dengan hadirnya konflik sekunder. Pertentangan meruncing dan meluas, melibatkan sekutu kedua kekuatan yang berseteru. Hasil akhirnya antagonis dan sekutunya memenangkan pertentangan. Kubu protagonis tersudut. 

4) Klimaks : yaitu jatuhnya korban dari kubu Protagonis, juga korban dari kubu Antagonis. Hasil akhirnya peristiwa-peristiwa tragis dan menimbulkan dampak besar bagi perimbangan kekuatan antar kubu. 

5) Resolusi : yaitu hadirnya tokoh penyelamat, bisa muncul dari kubu protagonis atau tokoh baru yang berfungsi sebagai penyatu kekuatan kekuatan konflik, sehingga situasi yang kosmotik dapat tercipta kembali. Pada tahap ini, pesan moral disampaikan, yang biasanya berupa solusi moral yang berkaitan dengan tema atau konflik yang sudah diusung. 

F. Ciri- Ciri Drama ciri-ciri drama sebagai berikut: 

 1. Berisi karangan berbentuk percakapan atau naskah dialog Penyusunan naskah dilakukan terlebih dahulu 

 2. Memiliki unsur tema, alur, latar, pemeran, akting, serta amanat Peristiwa atau kejadian yang ditampilkan biasanya sangat terbatas, bergantung pada durasi (minimal lima menit dan maksimal tiga jam) 

 3. Pertunjukannya dibagi menjadi beberapa babak atau adegan 

 4. Para pemerannya bisa mengembangkan alur dengan improvisasi 

 5. Sangat mementingkan karakter atau perwatakan tokohnya 

 6. Memerlukan latihan khusus. 

G. Jenis- Jenis Drama 

Jenis jenis drama sebagai berikut: 

1. Tragedi Jenis naskah drama tragedi adalah naskah drama yang menceritakan kisah yang penuh dengan kesedihan. Pada sepanjang ceritanya akan disaksikan mengenai tokoh atau pelaku utama yang mengalami penderitaan. Umumnya, para tokoh tersebut akan mengalami kematian. 

2. Komedi Komedi adalah salah satu jenis naskah drama. Naskah drama ini akan menggambarkan suasana yang penuh suka cita. Umumnya, di dalam naskah drama ini akan berisi tentang leluconlelucon.Janis naskah drama ini adalah salah satu naskah drama yang banyak digemari. Pasalnya, didalamnya akan membuat para pembacanya tertawa karena kelucuan cerita naskah ini.Meskipun demikian, naskah drama komedi tidak seperti acara lawak biasa. Di dalamnya tetap tertanam kaidah dan juga unsur drama pada umumnya. 

3. Opera Jenis naskah drama selanjutnya adalah opera. Opera adalah naskah drama yang di dalamnya akan diiringi alunan musik. Lagu yang akan dimainkan oleh satu tokoh berbeda dengan lagu yang akan dimainkan oleh tokoh lain. Bentuk dari naskah ini akan lebih mementingkan musik dan nyanyiannya ketika dipentaskan nanti. Sementara itu, para tokoh yang terlibat hanya akan berperan sebagai sarana untuk menggambarkan suasana di dalam cerita tersebut. 

4. Melodrama Melodrama adalah jenis naskah drama yang dialognya akan dibuat dengan iringan musik atau melodi. Jenis naskah drama inu berasal dari drama opera. Kemudian dikembangkan menjadi sebuah aliran yang berdiri sendiri. Aliran melodrama ini akan diiringi dengan peralatan musik. Jadi, di dalam pementasan naskah drama ini, para tokoh umumnya akan ikut bernyanyi. Jika diperlukan, mereka juga akan menari dengan mengikuti irama musiknya 

5. Farce Farce bisa disebut juga sebagai dagelan. Naskah drama jenis inu adalah jenis drama yang lucu dan ringan. Adegan-adegan yang ada di dalam naskah drama ini umumnya dibuat berlebihan dengan komedinya. Selain itu, naskah drama komedi inu juga melibatkan fisik. Naskah drama jenis ini umumnya dikenal dengan komedi picisan. 

6. Tablo Naskah drama tablo yang akan dipentaskan akan mengutamakan sebuah penampilan. Penampilan seperti aspek tarian dan aspek gerak akan dilihatkan pada pementasan naskah drama tablo. Para pemainnya akan melakukan sebuah gerakan, sepanjang pementasan berjalan. Para pemain naskah drama ini tidak mengucapkan dialog sama sekali. Maka, para pemain akan menyampaikan ceritanya melalui penonton, dengan sebuah gerakan. Akan tetapi, gerakan yang dilakukan memiliki banyak arti di dalamnya.

 7. Sendratari Sendratari adalah jenis naskah drama yang akan menggabungkan dua hal. Dua hal tersebut adalah seni tari dan seni drama. Sendratari ini akan mengutamakan gerak-gerak yang dilakukan sebagai penguat ekspresi. Gerakan tersebut dilakukan sebagai pengganti sebuah dialog. Di Indonesia sendiri, sendratari banyak digunakan. Umumnya, penggunaannya digunakan untuk menceritakan sebuah cerita legenda. Seperti kisah Ramayana yang ingin menyelamatkan Dewi Sinta. 

H. Langkah- Langkah Mengarang Drama 

Langkah langkah menulis naskah drama sebagai berikut: 

1. Menentukan tema 

2. Menentukan judul 

3. Mencari dan menentukan peristiwa yang menarik 

4. Membuat judul dan kerangka lengkap drama 

5. Menentukan tokoh 

6. Membuat kerangka lengkap mulai dari kerangka konflik,kerangka pengenalan, dan lain lain maka dibuatlah suatu jalinan cerita

Komentar

Postingan Populer